"Nggak, cuma perih dikit," jawab Jena menarik kakinya. "Tahan dulu, ini harus diobati dengan benar," kata pria itu spontan meniup-niup kecil, membuat Jena terpaku menatapnya sejenak. "Udah Kak, cuma lecet dikit kok." Jena kembali menarik kakinya karena mendadak tidak nyaman. "Jangan menyepelekan yang sedikit juga, tetep bikin nggak nyaman kan?" "Kak Arlo berlebihan. Nanti juga sembuh sendiri."Rasanya agak aneh saja kalau mereka tiba-tiba sedekat ini. "Kamu harus membiasakan diri, tidak ada yang berlebihan. Perhatian sesama suami istri itu sangat normal. Apa hari ini kamu lelah?""Tadi iya, sekarang kan udah istirahat.""Sambil nungguin makan malamnya datang, aku pijitin ya." Arlo kembali mendekat, kali ini bergerak menyingkap selimut di kaki istrinya. "Eh, nggak usah, capek juga istirahat sembuh. Aku tidak biasa dipijat, tidak usah repot," tolak Jena mendadak deg degan. Ada-ada saja pak suami ini. "Sepertinya kamu tidak mendengarkan perkataan aku dengan baik." Arlo mendekat,
Read more