"Terserah, aku nggak mau dianter Kak Arlo.""Anggap saja aku mengantar dan melindungi calon anakku.""Kenapa sih harus maksa, aku nggak mau orang-orang tahu kalau kita punya hubungan.""Tanpa harus menjelaskan juga semua orang tahu kalau kita ini punya hubungan kerabat. Jadi, apa yang kamu khawatirkan."Arlo benar, tetapi bukankan dulu mereka memang tidak sedekat ini. Bahkan sejak Jena datang ke rumahnya, dia terkesan cuek dan tak peduli. Kena juga tidak mempermasalahkan hal itu. Mengingat tidak begitu penting juga dia mau baik atau tidak, yang penting Budhe Najwa dan suaminya itu begitu baik dan menerimanya. "Pagi Ma!" sapa Arlo bergabung di meja makan. "Pagi, Jena sudah rapih saja, hari ini ke kampus kah?" "Iya Budhe, hari ini mulai masuk, kemarin sudah banyak absen.""Hmm, kok manggilnya Budhe lagi, mama dong Jen, kamu kan sekarang istrinya Arlo."Istri status, setelah anak ini lahir, Jena justru sudah merencanakan perpisahan. Dia tidak mungkin hidup dengan pelaku tindak kejahat
Last Updated : 2026-01-18 Read more