“Darimana Bang maratonnya, kayak capek banget, jauh yaa jaraknya,” tanya Amba keheranan melihat Satria terlihat sangat kecapekan sekali, nafas agak memburu, seolah baru lari 10K saja.“Habis keliling dua desa, terus naik dua bukit,” Satria cuek, hingga Amba kaget.“Bukit…Abang pikir bukit yang Abang tuju dekat, jangan ngomong sembarangan aah,” cetus Amba menahan tawa.“Yang jelas bukitnya dua-duanya bikin enak, yang satu rimbun yang satunya plontos,” sahut Satria lagi masih dengan gaya cuek.Gimana nggak capek, Satria hari ini baru saja pompa Rania dan Renia bergantian, bahkan saat goyang Renia, Rania yang horny melihat keduanya, minta di genjot lagi."Gelooo shaay, enak bangeeet, punya Abang gede banget, nggak kalah dengan milik si Amir dulu," ceracau Rania, sambi nungging di sisi Renia.Sedangkan Satria dengan berdiri di sisi kasur, langsung tancap gas memompa Rania, lalu gantian memompa Renia lagi...amboii mana tahaaan. Tapi saat klimaks yang kedua, fefek mulus Renia yang gantian
Baca selengkapnya