Jenderal Uno akhirnya serahkan soal ini ke Satria dan anaknya. “Kalian sudah sama-sama dewasa, tau mana yang terbaik,” itulah jawaban bijak si Kasad ini, tak enak terlalu memaksa Satria.Setelah rehat beberapa hari di rumahnya di Jakarta, Satria kembali ke Pontianak.Baru saja selesai olahraga di pagi hari dan keringkan keringatnya, Satria di beritahu ART-nya ada tamu seorang gadis muda. “Masih SMU kayaknya Om? Cantik loh anaknya, biarpun tubuhnya kurus,” kata si ART senyum-senyum kecil.“Panggil ke sini,” sahut Satria, sambil seruput air putihnya dan menikmati kue anget yang di belikan si ART tadi.Begitu si tamu ini datang, Satria langsung mengenalinya. “Kamu anaknya pa Serda Tulus ya gimana kesehatan ibumu? Kamu bawa apa itu?” tegur Satria duluan.“Iya Om, namaku Sahida, udah makin sehat Om, bahkan 2 hari lagi boleh pulang. Ayah sudah beli rumah yang bagus, berkat pemberian Om. Aku juga udah di belikan motor, juga adik aku, ini makanan bikinan aku, juga asinan buah-buahan, yang sela
Read more