Sofia melempar senyum. Entah mengapa kepalanya menjadi terasa ringan dibanding tadi.“Nah, gitu, Sayang. Dari tadi Mama liat kamu seperti stress.” Mama Vero tampak menyadari perubahan yang terjadi pada diri menantu kesayangannya itu.Sofia terkekeh ringan. Rasanya kepercayaan dirinya tumbuh perlahan. Dia meraih tangan Mama Vero, menggenggamnya dengan hangat. “Makasih, Ma. Di sini aku memang merasa lebih rileks, mungkin karena di klinik juga tempatnya kurang nyaman.”“Oh, Mama lega, Sof.” Wajah Mama Vero menampakkan suka cita.“Ma, ngomong-ngomong… apa Mama percaya sama aku?” Sofia bertambah erat mengenggam tangan sang mertua.“Ck, ngomong apa kamu, Sof. Tentu saja Mama percaya sama kamu. Ih, jangan aneh-aneh pertanyaannya.” Mama Vero berderai.“Kita masuk dulu, Ma. Aku perlu bicara serius sama Mama.” Sofia sedikit menarik tubuh Mama Vero. Lalu gegas dia menutup pintu, setelahnya mendekati sofa. “Sini, Ma.”Ibu kandung Alex itu mengernyit. “Ada apa, Sof? Kok Mama jadi deg-degan.”“Bene
Last Updated : 2026-03-03 Read more