Mulut Sofia membuka perlahan. Semakin lama semakin lebar. Lalu dua tangannya bergerak, menutup mulutnya sendiri dalam keadaan mata melebar. Sofia ingat betul, si bibi itu berlari ke arahnya, dan… ah iya! Pelayan itu langsung duduk dekat dirinya, bersiap memapah, tetapi sebenarnya dia duduk di atas ceceran minyak. Setelah itu, Mama Vero datang…. Sementara Mama Vero terlihat lebih syok. Menggeleng-gelengkan kepala. “Bibi Fatimah itu pelayan kepercayaan Mama, Sof. Mama yang bawa, dari kampung Mama sendiri. Ikut Mama sejak Alex masih sekolah. Lagian, pagi itu Mama baru suruh dia jailin si nenek jahat, masa dia berani kurang ajar jailin kamu juga?” “Nggak, nggak mungkin Bibi Fatimah. Pasti ini kerjaan si Faya.” Mama Vero meremas-remas tangannya sendiri. “Bisa jadi pas kita ramai-ramai liat Tante Nina, si Faya menyelinap pergi kan? Nanti Mama mau usut diam-diam, Sof. Kalau sampai ben
Last Updated : 2026-02-12 Read more