Vero segera bangkit. Melihat sosok pelayan muda yang berkelebat, tergesa menuju arah ruang tempat menyimpan peralatan rumah tangga.Saat Vero melangkah menuju ke pintu, dia melihat alat pembersih lantai tergeletak begitu saja di dekat sebuah vas yang pecah berantakan. Menandakan bahwa yang terdengar berkerompyang tadi adalah vas yang terjatuh.“Ada apa, Ma?” Agusto menyusul di belakangnya.Belum sempat Vero menjawab, pelayan yang tadi dilihatnya telah muncul kembali membawa plastik dan lap.“M-maaf, Bu Vero, tadi saya kurang hati-hati. Menyenggol kaki meja ini terlalu kencang dan vasnya terjatuh.” Puput, pelayan muda itu langsung berjongkok, memberesi pecahan beling yang berserakan.Agusto menghela napas, dia menepuk pundak sang istri, kemudian pergi ke ruang kerjanya.“Ada apa, Put?” Bibi Fatimah tampak tergopoh datang. Perempuan paruh baya yang berbadan gendut itu mendesah ketika sampai di hadapan Vero. “Aduh, kamu ceroboh banget ya, Put?”“M-maaf, Bi, aku nggak sengaja.” Puput bert
Last Updated : 2026-02-20 Read more