“Bu Vero, mohon maaf mengganggu. Saya baru saja mendapat laporan dari perawat, ada obat Bu Sofia yang tertinggal.” Suara dokter Felisha terdengar jernih. “Saya akan kirim ke situ, dan tolong pastikan Bu Sofia membaca petunjuk minum obatnya, sebab kalau salah akan berpengaruh pada perkembangan janinnya.”“Terima kasih, Dok, nanti saya sampaikan ke Sofia.” Setelah mendengar salam dari dokter Felisha, Mama Vero memutuskan sambungan.“Ada apa, Ma?” Sofia langsung bertanya begitu melihat Mama Vero menyimpan ponselnya.“Tadi kamu nggak mau angkat, sekarang kamu penasaran.” Mama Vero tertawa. “Memang kenapa kamu nggak mau angkat?”Sofia berdehem, seraya memutar otak untuk mencari alasan. Lalu tersenyum gusar. “Dokter Felisha itu cerewet sekali, Ma. Nggak tahan aku dengarnya.”Mama Vero yang semula tampak menaruh curiga, perlahan terlihat lebih rileks. “Aneh kamu, itu namanya dokter Felisha peduli.”Sofia tertawa. “Iya sih, Ma. Tapi aku beneran nggak tahan cerewetnya.”Selagi mereka asyik te
Read more