Revan cepat sampai pada tempat yang dituju. Di sebelah mobil, tempat si mamang yang masih memakai kupluk, tampak salah tingkah. Ternyata si mamang tidak melarikan diri seperti yang Revan kira. Lelaki itu hanya balik badan, menunduk, sambil melepas kupluk di kepala, lalu mulai memainkan benda tersebut di tangannya. “Mas jangan salah sangka, saya di sini tidak memata-matai Mas sama Bu Faya.” Si mamang mendahului bicara, begitu Revan tiba di hadapannya. “Saya memang biasa di sini, cari tambahan. Ini saya lagi janjian nunggu orang yang mau sewa kamar di sini kok.” “Terus kenapa mau lari pas liat saya?” tanya Revan dalam nada tinggi. Meski pun emosinya telah sedikit surut, tetapi dia harus tegas di hadapan orang seperti ini. Si mamang mengangkat kepala. Menyeringai. “Nggak enak aja, Mas. Ya… gitu, takut Mas-nya…ck, pokoknya nggak enak dikira lagi mem
Last Updated : 2026-01-23 Read more