“Ingat kok.” Mama Vero meringis. Seperti kebiasaan jika dia sedang senang, perempuan itu membuat gerakan bertepuk tangan tanpa mengeluarkan bunyi.“Berarti Mama dulu yang bilang ya, Sof, terus kamu masuk? Gitu kan?” Bola mata Mama Vero bergerak-gerak. Sementara senyumnya terlihat sangat lebar.“Iya, Mama.” Sofia membuka tas, mengambil hasil tes kehamilan miliknya. Mengulurkan pada ibu kandung Alex itu. “Jangan lupa ini, Ma.”“Aduh, Mama deg-degan, Sof. Rasanya masih kayak mimpi.” Mama Vero merangkul Sofia terlebih dulu, bahkan mengecup pipi si gadis, sebelum akhirnya menerima kertas tersebut.Mama Vero meneliti kertas itu. “Masih awal banget ya, Sof?”Wajah Sofia terkesiap. Takut sekali kalau Mama Vero menghitung kejadian malam itu, lalu membandingkan dengan hasil tes kehamilan tersebut. “I-iya, Ma. Kata dokternya tadi yang namanya kehamilan memang hanya keajaiban Tuhan—”“Ah, nggak juga. Keajaiban itu cuma untuk perempuan mandul kayak yang lagi duduk dekat Alex tuh. Kalau kamu ini pr
Last Updated : 2026-01-31 Read more