“Ih, jawabannya nyebelin.” Faya memonyongkan bibir. Melengos, berpura-pura merajuk. “Pacar apaan kayak gitu.” Revan terkekeh, seakan tahu jika perempuan berwajah tirus di dekatnya ini, tidak marah sungguhan. Dia pun kembali meraih tubuh Faya, merapatkan pada tubuhnya sendiri, lalu mengecup puncak kepala sang perempuan. “Jangan ngambek, Sayang. Nanti ada yang nggak tahan pengen ikut meramaikan suasana loh.” Revan dengan nakalnya, mengambil tangan Faya, menuntunnya untuk turun ke selangkangannya. Faya spontan menarik tangannya, mencubit gemas pinggang Revan. Tentu saja lelaki itu mengaduh heboh yang dibuat-buat. “Huh, sukurin! Tangan durjana!” Faya malah lebih monyong lagi. Tawa segera pecah dari keduanya. Dan tanpa dikomando, mereka merangsek, saling mendekap lebih erat lagi. Hening. Mendadak mereka berdua kehila
Last Updated : 2026-01-19 Read more