Suara aliran air limbah menggema memantul di dinding beton melengkung sepanjang lorong drainase. Genangan air kotor setinggi mata kaki merendam sepatu formal kami setiap kali melangkah maju ke depan."Airnya dingin banget, Raf. Jijik rasanya masuk merembes ke dalam kaos kaki," keluh Sora sambil terus berjalan tertatih menyusul langkah ibunya."Tahan bentar aja ya, Ra. Nanti kalau udah keluar dari tempat bau ini, kita langsung cari air bersih buat cuci kaki," bujukku mencoba menguatkan mental adik bungsuku yang manja itu."Kita masih harus jalan sejauh apa lagi sih, Raf? Kaki aku rasanya udah mulai pegal banget ngelewatin lumpur tebal," keluh Shella dengan nada suara yang sangat kelelahan."Masih sekitar dua kilometer lagi ke arah utara, Shell. Ujung gorong-gorong drainase kota ini bakal tembus langsung ke sungai besar di pinggiran luar kawasan bisnis.""Berarti polisi itu nggak bakal bisa ngejar dan nemuin kita di muara sungai sana kan?""Nggak bakal bisa, Shell. Mereka pasti lagi sib
Read more