Tubuh Bapak Hermawan terbaring kaku tanpa nyawa, tepat di atas ranjang medis tersebut.Wajah pria tua yang sangat kuhormati itu, terlihat amat sangat pucat pasi. Tidak ada lagi aliran darah segar, yang memberikan warna kehidupan di bawah kulitnya. Dada bidangnya sudah tidak lagi bergerak naik turun, menandakan fungsi napasnya berhenti.Melihat pemandangan yang mengerikan tersebut, pertahanan ibuku kembali runtuh seketika. Ibu Liora langsung menubruk dan memeluk tubuh suaminya, yang sudah kehilangan suhu kehangatan tersebut. Beliau mendekap raga kaku itu erat-erat, dengan tangisan yang sangat menyedihkan."Mas Hermawan, ayo bangun, Mas, ini aku Liora istrimu," tangis Ibu Liora pecah. "Buka mata kamu sekarang, Mas, aku kangen banget sama senyum kamu.""Kita baru aja bisa kumpul lagi, Mas, kenapa kamu malah tinggalin aku?" racaunya memilukan.Di belakang punggung kami yang berduka, Shella kembali memeluk Claudia dan Sora erat-erat."Papa, tolong maafin semua kesalahan kita selama ini ya,
Read more