Menjelang waktu magrib tiba, kami berdua akhirnya berpamitan untuk segera kembali ke pusat kota Jakarta.Makan malam di rumah perlindungan digelar sangat meriah sepulang kami dari pesisir utara. Ibu Liora sengaja menyajikan berbagai macam masakan Nusantara andalannya di atas meja makan panjang. Aroma wangi terasi dan bumbu rempah menguar amat tajam memanjakan seluruh indera hidung kami."Wah, Ibu masak besar hari ini! Ada menu sayur asem segar, ikan asin, sama sambal terasi kesukaanku," seru Sora mengambil piring keramik paling pertama."Makan yang banyak sayurnya, Sor. Kamu kan butuh banyak energi ekstra buat ngerjain tugas kuliah tiap malam," balas Ibu Liora menyendokkan nasi hangat ke piring si bungsu.Aku, Shella, Claudia, Sora, dan Pak Budi langsung mengambil posisi duduk masing-masing. Kami semua mulai menikmati hidangan rumahan tersebut dengan sangat lahap. Suasana kekeluargaan terasa amat kental tanpa ada sekat pembatas status sosial sama sekali."Sayur asem buatan Ibu emang n
Read More