Aku segera melangkah mendekati benda misterius tersebut dengan insting waspada yang kembali memuncak. Bang Tigor dan Pak Budi segera berlari keluar dari dalam rumah setelah mendengar suara keributan di depan."Ada apa, Raf? Siapa yang berani bikin rusuh malam-malam begini?" tanya Bang Tigor sambil memegang pinggangnya."Ada mobil hitam yang baru aja lempar sesuatu ke halaman kita, Bang. Tolong jangan ada yang mendekat dulu!" perintahku dengan nada bicara yang sangat tegas.Cahaya lampu teras menyinari benda tersebut secara samar-samar dari kejauhan. Benda itu ternyata adalah sebuah kotak kayu kecil yang dibalut dengan kain kafan putih yang sudah bercak noda merah.Aroma busuk yang sangat menyengat mulai tercium dari arah kotak tersebut saat aku mencoba mendekat perlahan. Perasaanku mendadak menjadi sangat tidak enak melihat pemandangan yang sangat tidak wajar ini."Bang Tigor, ambilkan sarung tangan karet dan senter sekarang juga!" seruku tanpa mengalihkan pandangan dari kotak kayu it
Read more