"Tahan sedikit ya, Tuan Muda. Urat di bagian engselnya ini cuma melintir sedikit ke arah kiri, tapi kalau dibiarkan diam saja pasti bisa bengkak sebulan penuh," ucap pria paruh baya itu mencoba menenangkan keteganganku.Sebuah jeritan tertahan kontan keluar bebas dari mulutku. Pria renta itu tanpa aba-aba menarik pelan engsel kakiku demi mengembalikan posisi tulang sendi ke tempat asalnya."Aaargh! Pelan-pelan, Pak, rasanya nyut-nyutan banget ditarik sampai ke pangkal betis!" erangku menggigit bibir bawah menahan sakit.Beruntung, rasa nyeri yang luar biasa mencabut nyawa itu hanya berlangsung sekian detik saja. Namun, memar kebiruan perlahan mulai terlihat amat jelas di area pergelangan kakiku. Warna lebam ini menandakan adanya pembengkakan otot skala ringan yang mengharuskan proses pemulihan instan.Membalut pergelangan kakiku menggunakan gulungan perban elastis berwarna cokelat, Shella terus memberikan rentetan omelan panjang. Aku tahu persis, repetisi omelannya sore ini murni meru
Read more