Pintu kayu ganda ruang sidang utama didorong terbuka dan Adriel Varmadeo melangkah masuk. Pria itu mengenakan setelan jas gelap yang membalut sempurna tubuh jangkung dan tegapnya. Aura intimidasi yang pekat, dingin, dan mematikan seolah memancar dari setiap langkah kakinya, membuat beberapa pengunjung sidang dan staf hukum yang berada di dalam ruangan refleks menahan napas.Adriel berjalan lurus menuju barisan kursi paling depan area pengunjung, tepat di belakang pagar pembatas kayu. Ia duduk menyilangkan kaki kanannya, dan menyandarkan punggung dengan santai.Adrian Hartanto, Marissa Hartanto, dan Bianca Hartanto. Ketiganya mengenakan rompi tahanan berwarna merah menyala di atas pakaian putih mereka. Adrian hanya menunduk pasrah dengan wajah pucat, sementara Marissa tampak terisak kecil sembari meremas saputangan. Namun, Bianca justru duduk dengan punggung tegap."Tuan Adriel," bisik Marcus. "Sidang akan dimulai dalam dua menit.""Bagus," sahut Adriel, tatapannya tidak lepas dari sos
Read more