Leonidas Varmadeo memutar tubuhnya, bersiap melangkah lebar menuju ke arah pintu keluar."Tuan... Tuan Leonidas, tunggu," panggil Selena. Leonidas menghentikan gerakannya. Ia tidak membalikkan tubuh, melainkan hanya memiringkan kepalanya sedikit, menunggu kelanjutan kalimat wanita itu.Selena meremas ujung berkas dokumen di dalam amplop cokelat yang baru saja diterimanya. "Sebelum... sebelum saya pergi meninggalkan kota ini malam ini menuju Surabaya, saya memohon satu hal terakhir dari Anda, Tuan Besar. Izinkan saya menemui Aira. Hanya untuk beberapa menit. Saya ingin berbicara empat mata dengannya."Leonidas terdiam sejenak, tampak berpikir."Sopir pribadiku akan mengantarmu ke mansion Adriel sekarang juga," sahut Leonidas. Ia menoleh sekilas dengan sudut matanya yang tajam. "Aku memberikanmu waktu sepuluh menit. Selesaikan urusanmu, dan yang paling penting... jangan membuat menantuku kelelahan. Dia baru saja pulang dari rumah sakit.""Saya mengerti, Tuan Besar. Terima kasih banyak,
اقرأ المزيد