Adriel berdiri bersandar pada dinding marmer yang dingin, sementara Catarina duduk di sofa tunggal tak jauh dari pintu, sesekali mengetuk-ngetukkan kuku merah klasiknya di atas permukaan clutch yang ia pegang. Adriel melirik jam tangan mewahnya untuk kesekian kali. Rahangnya mengeras. Sifat tidak sabarnya mulai muncul, beradu dengan rasa penasaran yang sedari tadi ia tekan di balik ekspresi datarnya yang sedingin es."Masih berapa lama lagi?" tanya Adriel. Catarina mendongak, menatap adiknya dengan tatapan jengah. "Adriel, transformasi itu butuh waktu. Jangan bertingkah seolah kamu sedang menunggu Marcus menyiapkan laporan tahunan."Adriel mendengus, memalingkan wajah. "Ini berlebihan. Gaun dan perhiasan sudah cukup. Kenapa harus mendatangkan Gio?""Karena aku ingin dia tidak hanya terlihat cantik, tapi tak terkalahkan," sahut Catarina tegas. Ia berdiri, melangkah mendekati Adriel, lalu menatap mata adiknya dengan serius. "Dengarkan aku, Riel. Aku menyukai gadis ini. Aira punya sesu
최신 업데이트 : 2026-02-07 더 보기