Selena berdiri hanya beberapa inci di depan Adriel, tangannya perlahan naik, mencoba menyentuh lengan kokoh di balutan kemeja mahal itu. Ujung jarinya gemetar, seolah-olah menyentuh Adriel adalah satu-satunya cara baginya untuk memastikan bahwa pria ini masih nyata, bukan sekadar bayangan yang menghantuinya setiap malam.Namun, Adriel tetap diam. Ia berdiri tegak dengan tangan di samping tubuh, matanya yang tajam menatap lurus ke depan, melewati kepala Selena seolah-olah wanita itu hanyalah udara kosong. Ia seperti patung marmer yang indah namun tak bernyawa, dingin dan tak terjangkau."Adriel... lihat aku," bisik Selena. "Apakah pernikahan itu benar-benar mengubahmu? Apakah kehadiran gadis kecil itu menghapus semua jejak kita?"Selena mulai merayu, mengingatkan Adriel tentang malam-malam yang mereka habiskan untuk merancang masa depan, tentang bagaimana hanya Selena yang berani menggenggam tangan Adriel. Ia menceritakan betapa ia masih menyimpan kancing kemeja Adriel yang tertinggal,
최신 업데이트 : 2026-02-23 더 보기