Matahari pagi menembus celah-celah jendela kaca raksasa di area ruang makan utama mansion Adriel, membiaskan pendaran cahaya keemasan di atas meja marmer impor yang panjang.Adriel duduk sendirian di ujung meja makan. Di hadapannya, sepotong roti panggang dan secangkir kopi hitam masih utuh, hampir tak tersentuh sama sekali.Tangan Adriel memegang ponsel, menatap ke arah layar yang menampilkan rentetan berita dan pergerakan saham Varmadeo Group yang terus memerah sejak subuh tadi.Kursi ukir di seberang Adriel—tempat yang biasanya diisi oleh Aira tampak kosong melompong.Langkah kaki terdengar mendekat dari arah lorong samping.Nora, wanita paruh baya yang telah puluhan tahun mengabdi untuk keluarga Varmadeo, melangkah pelan menghampiri meja makan dengan nampan kecil di tangan. Wajah tuanya tampak dipenuhi raut cemas."Selamat pagi, Tuan Adriel..." sapa Nora lembut.Adriel tidak mengalihkan pandangannya dari layar ponsel. "Selamat pagi, Nora."Nora meletakkan teko berisi air hangat di
Baca selengkapnya