Aira melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya yang luas. Ia meletakkan tas tangannya di atas meja, lalu menghampiri interkom di sudut meja."Maya," panggil Aira."Iya, Bu Aira?" sahut suara Maya. "Ada yang bisa saya bantu, Bu?""Tolong panggilkan Dimitri ke ruang kerja saya sekarang juga," perintah Aira. "Katakan padanya ada berkas administrasi yayasan yang harus kami koordinasikan.""Baik, Bu Aira! Segera saya sampaikan pada Dimitri."Tok! Tok! Tok!Dimitri berdiri tegap di ambang pintu."Selamat pagi, Bu Aira," sapa Dimitri sembari membungkukkan badannya. "Mbak Maya bilang Ibu memanggil saya?""Selamat pagi, Dimitri," sahut Aira, mengulas senyum tipis. "Masuklah. Tolong tutup pintunya kembali.""Baik, Bu." Dimitri melangkah masuk dengan gerakan yang teramat santun, lalu berjalan mengikuti Aira menuju meja kerja utama.Aira membimbing Dimitri untuk duduk di kursi berhadapan di depan mejanya. "Silakan duduk, Dimitri.""Terima kasih, Bu Aira," ujar Dimitri tenang. "Apakah ada laporan ya
Read more