Dimitri mengetuk pintu secara teratur dua kali.Hanya dalam hitungan detik, kait pengunci pintu berbunyi kencang. Pintu terdorong terbuka lebar dari dalam.Valerie Collins berdiri di ambang pintu. Ia hanya mengenakan lingerie sutra tipis berwarna hitam yang membentuk lekuk tubuhnya secara menerawang. Di matanya, pendaran gairah terpancar kuat saat melihat sosok Dimitri."Kamu... kamu benar-benar datang, Dimitri..." desah Valerie."Saya selalu menepati janji saya, Bu Dosen," sahut Dimitri datar, melangkah masuk.Valerie menutup pintu, lalu memutar kuncinya dua kali. Tanpa membuang waktu, ia berbalik dan menunjuk ke arah meja konsol di dekat cermin raksasa.Di atas meja kayu tersebut, tergeletak setumpuk berkas dokumen"Aku sudah mendapatkan semuanya!" ungkap Valerie, sedikit pongah. "Aku menyuruh tiga kenalanku di dinas kependudukan, pengacara keluarga Hartanto, dan mantan kepala arsip rumah sakit swasta untuk membongkar dokumen ini dalam waktu kurang dari dua jam!"Dimitri tidak langs
Baca selengkapnya