"Aira... dengarkan Kakek secara bijak, Nak," tukas Guntur. "Adriel tidak mungkin ikut pergi meninggalkan Indonesia saat ini."Aira mendongakkan kepalanya, bingung. "Kenapa, Kek? Kenapa Adriel tidak bisa ikut bersamaku dan EJ? Bukankah kalau kita pergi, kita harus pergi bersama sebagai satu keluarga?"Guntur mengelus punggung tangan Aira."Adriel bukan sekadar suamimu, Aira. Dia adalah CEO Varmadeo Group," tegas Guntur. "Saat ini, posisinya memegang kendali penuh atas puluhan anak perusahaan, ribuan karyawan, dan pergerakan bursa saham yang sedang diguncang oleh aksi borong saham dari perusahaan gelap di belakang Dimitri.""Tapi Kakek, perusahaan itu punya banyak direksi! Ada tim hukum, ada Marcus!" seru Aira, matanya memerah menahan tangis. "Kenapa harus Adriel yang mengorbankan keberadaannya di sini?!""Karena Adriel adalah wajah utama dari klan Varmadeo saat ini, Aira!" jawab Guntur dengan tenang.Guntur menarik napas dalam-dalam."Jika Adriel tiba-tiba melepaskan jabatannya dan men
Read more