Clara terkekeh pelan melihat ketenangan Alex yang sama sekali tak berubah. Tak lama kemudian, ambulans keluarga Cia benar-benar tiba. Dokter pribadi mereka turun tergesa, namun saat melihat kondisi Tuan Muda yang sudah stabil, wajahnya dipenuhi keterkejutan. Beberapa penjaga berulang kali melirik ke arah Alex, namun ia sudah berjalan menjauh bersama Clara. * Mereka akhirnya menyeberang jalan dan memasuki restoran yang tadi Clara tunjuk. Interiornya terasa hangat. Lampu kekuningan menggantung rendah. Aroma sup herbal dan daging panggang mulai memenuhi ruangan. Clara duduk berhadapan dengan Alex. “Kau bahkan tidak terlihat lelah,” ujarnya sambil menuangkan teh. “Aku hanya menggunakan Qi secukupnya,” jawab Alex santai. Tak lama makanan datang. Mereka makan sederhana. Tidak banyak bicara. Clara sesekali memperhatikan Alex yang terlihat berpikir. “Memikirkan sesuatu?” tanyanya pelan. “Tentang masalah Auriel,” jawab Alex singkat. “Dan aura iblis yang kita rasakan kemar
Baca selengkapnya