Beberapa jam setelah ketegangan di kantor pusat mencair, suasana berubah total. Alex, dengan sifatnya yang sulit ditebak, menyeret Olivia keluar dari gedung pencakar langitnya. Bukan ke restoran mewah atau hotel bintang lima, melainkan ke sebuah taman bermain publik yang ramai di pinggiran kota.Olivia berdiri di tengah keriuhan anak-anak yang berlarian, merasa sangat salah kostum dengan setelan kerja formalnya yang elegan. Namun, melihat Alex yang tertawa lepas sambil membelikan kembang gula, perlahan pertahanan Olivia runtuh. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, ia tidak merasa seperti seorang Direktur Utama yang memikul beban perusahaan, melainkan hanya seorang wanita yang sedang berkencan."Kau benar-benar aneh, Alex," ujar Olivia sambil menerima sebungkus kembang gula merah muda."Dari semua tempat di dunia, kenapa taman bermain?"Alex menyeringai, matanya menyapu kerumunan keluarga yang bahagia."Di Penjara Naga, suara yang paling kurindukan bukan suara musik atau desis p
Read more