Dunia seakan berhenti berputar. Udara di sekitar Istana Naga Kembar membeku, bukan karena hawa dingin, melainkan karena tekanan gravitasi yang tiba-tiba meningkat ribuan kali lipat.Bahkan seketika Langit mendung di atas negeri Heliox, yang tadinya kelabu suram, mendadak terbelah oleh cahaya keemasan yang menyilaukan, seolah-olah surga sendiri sedang membuka matanya.Kini Alex tidak bergerak. Ia tetap berdiri santai di posisi selatannya, jubah hitamnya berkibar pelan. Namun, dari tubuhnya, mulailah memancar pilar cahaya Qi murni yang berwarna emas pekat. Cahaya ini begitu padat, begitu nyata, hingga pilar-pilar naga raksasa di sekeliling halaman istana tampak kerdil dan rapuh."Jiwa dan Raga adalah satu. Qi adalah jembatannya," suara Alex menggema, bukan keluar dari mulutnya, melainkan beresonansi langsung di dalam benak setiap makhluk hidup yang hadir. "Kau bergantung pada baja dan sirkuit untuk melindungi ragamu, Willy. Kau mengandalkan energi curian untuk menggerakkan mesinmu. Tap
Read more