"JOHNNY, APAKAH KAMERANYA MASIH MENYALA?! JANGAN SAMPAI MATI SEKARANG!" Bob berteriak parau, suaranya nyaris hilang ditelan gemuruh udara. Kini Alex melepaskan cengkeramannya pada tangan Super Tinju, namun sebelum pahlawan itu sempat menjauh, Alex menjentikkan jari tengahnya ke arah dada perak metalik sang pahlawan. BUM! Hanya sebuah jentikan, namun Super Tinju melesat ke belakang seperti peluru, menghantam udara dengan suara dentuman sonik yang memekakkan telinga. Belum sempat ia berhenti, Alex sudah muncul di belakangnya, berdiri dengan tangan kembali masuk ke saku jubah. "A-apa?! Dia berpindah tempat secepat itu?!" gumam Bob, mulutnya menganga lebar. "Ini bukan pijatan," bisik Alex tepat di telinga Super Tinju. DUAK! Alex melayangkan tendangan lutut yang sangat santai ke punggung Super Tinju. Pahlawan itu melesat ke atas, memuntahkan cairan biru biogenetik dari mulutnya. Alex melesat lagi, muncul di atas Super Tinju, dan dengan gerakan seperti menepuk lalat, ia menghantam pu
Baca selengkapnya