Guncangan di dunia nyata kontras dengan badai yang berkecamuk di dalam kesadaran Alex. Saat tubuhnya dikelilingi oleh aura emas yang berdenyut tidak stabil, jiwanya justru terseret kembali ke jutaan tahun cahaya yang lalu—ke sebuah masa di mana ia berdiri di puncak Cakrawala dunia Immortal. --- Di dalam kenangan itu, Alex tidak mengenakan jubah lusuh. Ia mengenakan Zirah Cahaya Bintang, berdiri di tengah hamparan awan abadi. Di hadapannya, seorang wanita dengan kecantikan yang mampu membuat rembulan meredup tersenyum lembut. Dia adalah Yue’er, sosok yang telah menemani kultivasi Alex selama ribuan tahun, calon permaisuri yang ia cintai lebih dari nyawanya sendiri. "Alex, kau tinggal selangkah lagi menuju tahap Dewa Abadi. Biarkan aku membantumu menstabilkan hukum ruang," bisik Yue’er merdu. Alex, yang saat itu sangat mempercayainya, memejamkan mata untuk melakukan terobosan terakhir. Namun, saat energi surga mulai menyatu, ia tidak merasakan kehangatan. Ia merasakan sebuah belat
Baca selengkapnya