Juanyi berdiri dengan sigap, namun matanya masih berkaca-kaca menatap wajah Alex yang baru. Ia seolah ingin meresapi setiap detik kehadiran gurunya yang telah hilang selama ribuan tahun. Namun, sebelum ia sempat memanggil pelayan untuk mempersiapkan segalanya, Alex mengangkat tangannya, memberi isyarat agar ia tetap diam. "Juanyi," suara Alex merendah, membawa getaran dingin yang membuat suasana di aula itu mendadak sunyi. "Jangan ada satu pun kultivator di Alam Immortal ini yang tahu tentang kepulanganku. Bahkan jika itu adalah tetua tertinggi di Menara Informasi sekalipun. Kedatanganku ke sini harus tetap menjadi bayangan." Juanyi tertegun, ia menatap Alex dengan bingung. "Tapi Guru, dengan kekuatan Anda... jika dunia tahu Sang Kaisar telah kembali, ribuan klan akan bersujud di kaki Anda! Kita bisa mengumpulkan kekuatan untuk membalas dendam pada klan Xiao dalam sekejap!" Alex tersenyum tipis, sebuah senyum yang mengandung kepahitan sekaligus strategi yang dalam. "Kekuatanku
Read more