Tanpa menunggu Renata bereaksi, Damian segera masuk ke dalam mobil dan melambai dari dalam. Mobil itu berlalu begitu saja sementara Renata hanya bisa melambai dengan wajah yang masih memerah. “Nyonya, ayo masuk.” Bibi Helga segera menuntun Renata yang masih mencoba menormalkan wajahnya ke dalam rumah. Saat sampai di kamar, suara ponsel kembali berdering. Kali ini bukan dari Julian, melainkan dari Joan. Hari ini adalah hari dirinya dan Edna untuk bertemu. ‘’Ya Joan, apa kau sudah mau sampai?’’ seraya mengangkat panggilan, Renata menatap jam di dinding. ‘’Aku masih di jalan dan mungkin sebentar lagi akan sampai. Kau bersiap – siaplah!”“Ya. Aku sudah siap, hanya tinggal menunggumu datang.”“Baiklah, tunggu aku. Bye.”“Bye.”Di jalanan, Joan yang mengandalkan Google Map di ponselnya sedikit mengerutkan kening. '’Kenapa arah jalanan ini sepertinya agak familiar?” tanyanya pada dirinya sendiri. Jalanan itu adalah jalanan satu – satunya menuju ke arah Perumahan terbaik dan termewah d
Last Updated : 2025-12-20 Read more