Margareth juga ikut menyudutkan Herman, “Tuan Herman, sudah sewajarnya sebagai orang tua memang menyayangi anak – anaknya. Hanya saja, kita juga harus tetap mempertahankan kebenaran yang ada. Meski Juwita hannyalah putri tiri Anda, bagaimana Anda bisa bersikap begitu tidak adil padanya? Terlebih menuduhnya tanpa bukti. Hal ini, jika terdengar keluar, bukan hanya akan menghancurkan masa depannya, akan tetapi juga bisa menghancurkan reputasi yang selama ini ia bangun! Akan tetapi, saya juga tidak bisa menyalahkan Anda sepenuhnya. Renata memiliki andil yang besar dalam masalah kali ini. Hanya saja saya sedikit tidak menyangka, dibalik wajahnya yang lugu itu justru memiliki hati yang begitu pekat.” Bahkan Margareth mengatakan ini dengan begitu tenangnya sembari menyeruput teh di cangkirnya. Seolah tuduhan kejam yang ia tuduhkan pada Renata bukanlah apa – apa baginya. Herman yang mendengar putrinya kembali dipojokkan dan juga disalahkan hingga seperti ini hanya bisa menggertakkan giginya.
Last Updated : 2025-12-23 Read more