"Pak Ridho, Bara, Pak Ridho..."Barulah kusanggah pundak Meisya, menghentikan dia dari berlutut seraya berkata dengan panik, "Iya-iya, aku dengar aku dengar. Bangkitlah, kamu tidak perlu juga sampai harus seperti ini, Meisya."Meskipun sangat jelas di antara rela dan tak rela, tapi pada akhirnya Meisya bangkit juga. Sedangkan bibirnya, masih terus berkata-kata, "Pak Ridho, Bara, jangan biarkan kakinya diamputasi, aku mohon..."Meisya terus saja memelas dalam. Keseluruhan dia sangat memperihatinkan. Pada saat yang sama, aku tidak tahu apakah harus turut prihatin, atau justru sebaliknya."Tolong kami, Bara, mohon belas kasihmu. Tolong carikan kami pinjaman. Percaya padaku, aku pasti akan melunasinya, aku akan bekerja keras untuk mengembalikan uangnya, tolong bantu kami Bara, aku mohon...""Oke-oke, tapi tenangkan dirimu dulu! Sudah kukatakan, kamu tidak perlu sampai menganggap diri sebagai orang asing begini. Katakan padaku, berapa biaya yang dibutuhkan Pak Ridho!"Di saat inilah Meisya
Last Updated : 2026-03-12 Read more