Sialan, gaya bicara hingga sikap asli orang ini ternyata lumayan menjengkelkan ya? pikirku lagi.Selain itu, meskipun tahu diriku bukanlah siapa-siapa di antara mereka, tapi sikap Aziz yang secara tidak langsung tak menganggap aku sama sekali begini, ini tidak dapat kuterima. Buruknya lagi, aku tidak tahu bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa tidak terima tersebut."Aku akan datang melamar setelah urusanmu ini selesai, Mariana," ucap Aziz lagi, masih dengan 'prinsip' dunia milik berdua, di luar daripada itu hanyalah numpang!Aku mendengus dalam hati. Sial, makin panas saja telinga ini.Tapi yang tidak kusangka-sangka adalah, Mariana yang kupikir sedang mempertimbangkan lamaran Aziz, di saat inilah dia angkat bicara!"Aziz, tolong!" katanya dingin, "bercanda sekalipun, sebaiknya lihat-lihat juga situasi dan kondisinya. Kami ini sedang berduka, tapi kenapa sempat-sempatnya kamu mengungkit hal omong kosong itu?""Mariana, aku...""Tunggu Aziz! Jangan menyela sampai aku selesai bicara!
Terakhir Diperbarui : 2026-04-12 Baca selengkapnya