Compartilhar

141

Autor: Thato Kent
last update Data de publicação: 2026-04-08 19:48:03

Masuk ke dalam rumah, barulah wanita ini menjelaskan bahwa mantri yang dia panggil untuk mengecek kondisiku mengatakan, aku mengalami luka dalam yang cukup serius.

"Dia perkirakan, pernapasanmu paling tidak satu mingguan ya, baru bisa normal kembali. Itupun kalau kamu mendapatkan antibiotik yang cukup," tambahnya.

Diagnosa yang dilakukan sang mantri mungkin benar, aku sepertinya mengalami luka dalam. Saat memaksakan diri untuk bersuara dengan sedikit keras misalnya, dadaku memang terasa nyeri.
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   241

    Rafika berjalan kira-kira lima atau enam langkah di depan Edy Hidayat. Begitu mendekat perhatian langsung dia fokuskan pada Meisya, bukan aku!"Maaf," ucap Rafika, menatap serius wajah Meisya, "apakah kamu yang bernama Meisya?""Benar," sahut Meisya tanpa ada rasa sungkan sedikitpun juga. "Aku Meisya, saudara barumu," tambahnya dan tersenyum ramah."Senang sekali mendengarnya," balas Rafika juga. "Aku berharap mulai saat ini kita akan saling menguatkan satu sama lain.""Pasti, pasti itu Rafika. Maya juga sudah tidak sabar menunggu kedatanganmu."Saat mengatakan itu, Meisya sudah lebih dulu membawa Rafika dalam pelukannya. Mereka berpelukan dengan sangat hangat sekali. Aku bahkan merasa seakan-akan tidak percaya dengan pemandangan ini Pada momen ini, Edy Hidayat kebetulan juga melintasi kami. Sepertinya dia akan menuju ke ruangan di mana Nola berada. Aku tak berkedip mengawasi gerak-geriknya. Pasalnya, setelah melewati kami tanpa menoleh sedikitpun juga, dia lalu melintas di hadapan

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   240

    "Hei Bara, apa-apaan kau ini, ha? Bisa tidak kamu kondisikan dirimu? Kau bisa saja membuat kita celaka kalau mengemudi seperti orang kesetanan seperti ini, Bara!""Ibu...""Ya Tuhan, Bara, ada apa denganmu? Bukankah sudah kukatakan kau bisa saja membuat kita celaka?"Rafika memang benar, aku mengemudi layaknya orang kesetanan begini, bukan tidak mungkin akan membuat kami bahkan orang lain mengalami kecelakaan. Terlebih lagi dia sudah sampai berteriak panik bukan kepalang seperti itu, memang alangkah baiknya jika aku mengemudi secara normal saja."Maafkan aku, aku terlalu cemas saat ini. Sekali lagi, aku benar-benar minta maaf!" Meskipun mungkin ini sudah sedikit terlambat, tapi aku berucap dengan sepenuh hati. Laju kendaraan pun sudah aku normalkan sebagaimana mestinya Alih-alih menyahut tidak peduli itu semisal mengumpat sekalipun, Rafika justru membuang muka. Namun, setelah kulirik dia sekilas dan mendapati raut wajahnya yang masih diselimuti oleh ketegangan, dan juga bersekutu

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   239

    "Brengsek, ternyata kalian!" "Iya Bara, ini memang kami. Senang sekali kamu sudah kembali.""Hah, brengsek kalian semua!"Sekali lagi aku memaki, tapi lawan bicaraku justru senyum-senyum sendiri, sebelum kemudian diikuti oleh yang lainnya dengan ekspresi wajah sendiri-sendiri.Sementara itu, aku pada akhirnya hanya bisa kesal sendiri saat tahu siapa orang-orang dalam mobil yang aku cegat di tengah jalan ini.Bodohnya aku, barusan itu ada yang lupa aku pastikan!Tipe kendaraan hingga warnanya memang mirip dengan kendaraan yang membuat masalah pada aku dan Angel di bandara Kendari sana tempo hari, tapi plat nomornya itu yang tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang membuatku mendadak sok jagoan.Begitu juga dengan enam orang pria urakan dalam mobil ini, mereka semua adalah teman lamaku!"Oh ya Bara, ngomong-ngomong siapa perempuan di mobil itu? Perasaan kami baru pertama kali lihat dia.""Iya Bara, siapa dia? Apakah dia...""Hah sudah-sudah, aku tidak punya waktu untuk menjawab pertan

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   238

    "Jadi memang benar ya, aku memang sangat payah di matamu?""Tidak ada yang berpikiran seperti itu, Rafika! Sudah ah, oke baik, aku akan temani kamu. Mari pergi sekarang!"Sebelum dia terlalu jauh memojokkan aku, memang akan lebih baik jika aku ikuti saja kemauannya. Biar dia saksikan sendiri saja akan seperti apa sosokku di pasar sentral ini sebentar nanti.Dan semoga saja dia siap mental untuk menghadapi reaksi orang-orang!Tapi begitu aku keluar dari mobil, ponselnya tiba-tiba berdering. Dan bukannya menerima panggilan atau semacamnya, dia justru mengkerutkan kening."Ada apa? Maksudku siapa yang menelepon? Kenapa tidak diangkat?" tanyaku penasaran."Tidak tahu siapa, nomor baru," katanya, sebelum kemudian me-reject panggilan itu.Tapi hanya selang beberapa saat dari itu, ponselnya kembali berdering. Sampai di sini aku berkata saja sekenanya, "Angkat saja dulu. Siapa tahu itu dari orang di desamu. Ayah atau ibumu misalnya?"Dia masih terlihat enggan. Namun begitu aku meminta dia sek

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   237

    "Pasar yang ini ramai ya?" ucap Rafika seraya mengedar-edarkan pandang ke beberapa titik sekaligus. "Lebih ramai dari apa yang kubayangkan sebelumnya, lho!" tambahnya."Iya, memang lumayan ramai," ucapku juga apa adanya. "Tapi maklum sih, namanya juga pasar sentral."Saat ini mobil kami sudah berada di salah satu sudut pasar, sebuah pasar yang banyak menyimpan banyak cerita juga diselingi sedikit rahasia akan masa laluku. Ada bagian-bagian yang agak brutal, yang mana kerap diwarnai jiwa muda yang sarat akan pemberontakan.Tapi belakangan, aku mulai sungkan, bahkan adakalanya merasa malu sendiri ketika coba mengingatnya, bukan lagi merasa bangga sebagaimana di awal-awal.Terakhir kali aku menginjakkan kaki di pasar yang berlokasi kira-kira delapan kilometer dari desa kami ini, itu sekitar lima tahunan lalu. Sudah cukup lama."Kamu pergilah cari apa yang kamu butuhkan, sementara itu aku nunggu di sini saja." ucapku lagi, mau tidak mau, aku harus bersiasat tipis-tipis.Pasalnya, ada ban

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   236

    Baru beberapa saat mengambil tempat di bangku kemudi, telepon seluler di sakuku pada akhirnya berdenting juga.Aku sudah menunggu hal ini sejak kemarin lalu, diam-diam berharap Angel telah mendapatkan kabar tentang Nola,Dua hari lalu, setelah melakukan perundingan singkat, pada akhirnya Angel mengalah, dia singgah di Kendari saja dulu, sementara aku dan Rafika melanjutkan perjalanan menuju desa asalku ini.Tapi kemudian, ternyata hanya sebuah pesan singkat via W*****p yang menyambangi ponsel ini. Hanya itu, dan tak ada panggilan masuk sebagaimana yang kuharapkan.Yang lebih tidak diharapkan lagi, ternyata bukan dari Angel, melainkan dari... Sialan, dari nomor sialan ini lagi? Isi pesannya..Mungkin akan ada pertanyaan, kenapa kalian bisa pergi tanpa ada rintangan sedikitpun. Jawabannya, selamat datang, selamat menyaksikan secara langsung puing-puing kenanganmu, brother!Kurang ajar, seharusnya si Edy Hidayat itu dulu yang kucari sebelum pulang ke desa ini!"Bara, kok nomor ini masi

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status