Mungkin karena mendapati aku mendadak membeku di hadapannya, Mariana tiba-tiba berkata, "Bara, ada apa, kok kamu tiba-tiba diam?"Reflek kujawab, "Ah, itumu Mariana!""Ituku?" Mariana mengkerutkan dahi. "Apa? Boleh diperjelas?""Eh bukan-bukan, tidak seperti itu. Maksudku, iya, itu, tapi bukan apa-apa sih, sungguh!" Mariana tetap saja mengkerutkan dahi. Sedangkan aku, sial, apa yang sudah kukatakan?Apa pun itu, aku mendadak terbodoh-bodoh, perih karena sayatan ujung 'kuku setan' Bu Kasmiati pun rasa-rasanya serta-merta reda di ketika ini juga!"Bukan apa-apa, Mariana, tolong jangan menatapku seperti itu!" ulangku tak dapat menyembunyikan rasa gusar, sungguh betapa konyolnya aku ini!"Kamu masih sempat melawak dalam kondisi seperti ini?"Mariana lalu geleng-geleng kepala seraya tersenyum kecil. "Bara... Bara, tidak nyangka ya, ternyata kamu bisa melucu juga? Hahaha..."Kali ini dia kemudian tertawa-tawa, agak sumbang, tidak terlalu enak didenger. Akan tetapi, sepertinya di situlah b
Dernière mise à jour : 2026-04-15 Read More