Aisyah tahu, pengakuan spontan soal 'utang darah' itu membenarkan semuanya. Dia kini memajukan wajahnya, tatapannya tulus."Suami saya, Arif Atmadja, yang ingin menebus kesalahan Ayahnya," ujar Aisyah, suaranya kini mendesak. "Saya tidak mewarisi kekayaan itu, saya mewarisi beban penebusannya. Tuan Sastro sudah bicara. Kami punya kliping Anda. Saya tahu Ayah Atmadja membeli kebisuan Anda, tapi Tuan Arif ingin itu semua diakhiri."Dia mundur sedikit, memberikan ruang. Dirgantara tampak berkonflik. Antara takut mati ditangan agen-agen Atmadja dan kebutuhan moral untuk membebaskan jiwanya dari kebohongan. Matanya bergetar menatap Aisyah, seolah melihat bayangan sang konglomerat muda (Arif) yang penuh rasa bersalah."Tuan Dirgantara, saat ini saya dituduh sebagai pembunuh, dan saya diburu oleh adik ipar saya yang haus darah," jelas Aisyah, menyajikan kenyataan paling mengerikan yang ia hadapi. "Adrian dan seluruh Keluarga Atmadja sudah mencapai titik di mana mereka akan mengorbankan segal
آخر تحديث : 2025-12-29 اقرأ المزيد