Turun dari mobil, aku berjalan ke sisi Hawa, lalu memeluk pinggangnya dan mengangkatnya ke dalam pelukanku.Aku naik ke lantai atas, lalu membuka pintu. Selama proses itu, demi menjaga batasan, aku terus menatap lurus ke depan tanpa melirik ke mana pun.Namun, aku sama sekali tidak menyadari bahwa Hawa di dalam pelukanku diam-diam membuka mata, menatapku dengan pandangan terpaku.Dada Ray begitu bidang, lengannya juga begitu kuat, semuanya otot .... Garis rahangnya begitu tegas, lekuk jakunnya juga jelas ....Dari sudut pandang Hawa saat ini, setiap bagian tubuh Ray dipenuhi pesona khas seorang pria. Tiba-tiba, dia merasa ingin jatuh cinta.Saat ini, Hawa bahkan tidak bisa lagi memahami dirinya yang dulu pernah menolak kencan buta, menolak pernikahan, bahkan menolak pria.Untung saja, dia bertemu Ray. Saat Hawa memikirkannya, perlahan timbul sensasi hangat dan geli di dalam hatinya. Tubuhnya pun tanpa sadar semakin merapat ke dalam pelukan Ray.Mencium aroma samar kayu cendana dari tub
더 보기