Beberapa detik kemudian, Nisha berkata dengan hati-hati untuk memastikan, "Maksudmu soal berpura-pura menemaniku dan menjadi pacarku?""Iya, benar."Sebenarnya aku tidak seharusnya bersikap sedingin ini pada Nisha, tapi entah kenapa hatiku terasa canggung."Tentu saja masih berlaku!""Ya Tuhan, Ray, ini adalah momen paling membahagiakan kedua dalam hidupku hari ini. Momen paling bahagia adalah pagi tadi sebelum pergi, saat aku diam-diam mencium kamu."Di seberang telepon, suara Nisha langsung dipenuhi kegembiraan yang tak bisa disembunyikan setelah sempat ragu sejenak. Dia selalu mengira Ray tidak akan setuju.Setelah menunggu sampai sekarang, dia bahkan hampir menyerah. Namun, dia sama sekali tidak menyangka bahwa ternyata kejutan memang datang di akhir."Kalau begitu, 10 miliar yang kamu janjikan untukku ...."Belum selesai aku bicara, Nisha sudah langsung menjawab, "Tentu nggak masalah! Kalau kamu merasa kurang, aku masih bisa menambahkannya.""Ray, apa saja boleh selama kamu mau!"
Read more