“Untuk kamu ketahui aja, Intan. Aku bukanlah pria yang pantas menjadi pendamping hidupmu, Kamu gadis baik dengan profesi yang cemerlang, sementara aku telah jauh melangkah dan terperosot dalam pergaulan bebas di kota. Aku bukanlah pria baik-baik yang cocok untuk kamu jadikan imam dalam bekerluarga,” tutur ku menjelaskan perihal diri ku.“Seperti yang aku katakan tadi, Kak. Siapapun pria pilihan kedua orang tuaku, itu merupakan pria yang terbaik menurutku.” ucap Intan diiringi senyumannya.“Iya, tapi kamu nggak tahu kan apa yang telah aku alami selama tinggal di Kota P?” ujar ku.“Ya, aku memang nggak tahu Kak karena kita baru bertemu kembali setelah beberapa tahun yang lalu di rumah ini.” ujar Intan.“Aku nggak mau nantinya kamu kecewa, karena aku kembali ke desa dan menerima perjodohan ini demi menebus kesalahan yang telah aku lakukan pada kedua orang tuaku. Aku kuatir nanti nggak bisa membahagiakanmu,” tutur ku.“Hemmm... Aku juga seperti itu, Kak. Karena aku nggak ingin mengecewaka
Last Updated : 2026-06-21 Read more