Aku tersenyum, jemari tangan Tante Dewi memang aku genggam tapi bukan menjabatnya, aku menggenggam erat jemari tangannya lalu Tante Dewi otomatis duduk begitu rapat dengan ku. Aku merasa tersentuh akan ketulusan permohonan maaf dari Tante ku itu, malahan kini aku merasa kasihan melihat kenyataan pahit yang dialami Tante Dewi, dengan penuh kelembutan aku pun mengusap air mata wanita yang kini duduk rapat di samping ku itu.“Sudahlah Tante, jangan menangis lagi! Nggak ada yang perlu dimaafkan, bagiku semua itu telah aku lupakan sejak lama. Tante yang sabar ya, moga Paman suatu saat menyadari kekeliruannya dengan menikahi wanita lain dan bersikap nggak adil pada diri Tante.” hibur ku masih mengusap air mata di pipi Tante Dewi.“Makasih, Ryan. Kamu memang baik, dan sangat baik. Aku jadi malu akan sikap yang pernah aku lakukan dulu padamu.”“Udahlah Tante, jangan diingat lagi! Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, nggak terkecuali diri Tante bahkan diriku sendiri,” ujar ku, kalau
最終更新日 : 2026-02-01 続きを読む