Home / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 44. Akibat Kebelet

Share

Bab 44. Akibat Kebelet

Author: Andy Lorenza
last update publish date: 2026-02-02 01:16:52

“Ya udah, minggu besok aku akan penuhi ajakanmu. Memangnya kamu ingin ngajak aku jalan ke mana hari minggu besok?” tanya ku.

“Serius nih kamu mau?”

“Loh, emangnya kamu pikir aku becanda barusan?”

“Asyik, hari minggu besok temani aku nonton di bioskop juga ya seperti Lani?”

“Ya, aku akan temani kamu.”

“Tapi bukan di bioskop R melainkan di bioskop M, ya?” usul Desy.

“Ya terserah kamu deh, aku ngikut aja.” ujar Ryan sembari tersenyum.

“Nah, gitu dong! Itu baru adil,” ulas Desy kelihatan sekali sik
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 126. Takan Libatkan Perasaan Lagi

    “Ya Mas Ryan, Nyonya baru saja pulang mengantar anaknya ke sekolah. Silahkan masuk, Mas!” ujar pembantu rumah Eva yang memang telah mengetahui nama ku dari Nyonya rumahnya sembari membuka pintu pagar.“Makasih Bi,” ucap ku, aku pun menuju beranda rumah dengan membawa koper tempat pakaian ku.“Nyonya, ada Mas Ryan di luar!” seru Pembantu Eva.“Ya Bi, sebentar! Aku ganti pakaian dulu! Bi Ani buatkan saja minum untuk Ryan!” saut Eva dari dalam kamarnya.“Baik Nyonya,” pembantu yang bernama Ani itu pun segera ke ruang belakang membuatkan minum untuk ku yang menunggu di ruang tamu.Beberapa menit berselang Eva pun ke luar dari kamarnya lalu menghampiri ku di ruang tamu, sementara di sana Bi Ani telah menyuguhkan 2 gelas teh hangat di atas meja.“Gimana kiita berangkat sekarang, Ryan?” tanya Eva.“Ntar lagi ya, Tante? Nih, Bi Ani udah repot-repot buatkan minum.” jawab ku sembari tersenyum.“Oh iya ya, sampai lupa jika tadi aku menyuruhnya untuk membuatkan minum. Yuk, diminum dulu teh nya!”

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 125. Pindah Kos

    Om Ramlan memaksa hingga ia masukan sendiri ke dalam saku baju kemeja yang aku kenakan, sementara aku cepat-cepat meraba saku baju dan mengeluarkan kembali uang itu.“Kalau memang uang ini harus aku terima, segini saja Om nanti kalau butuh aku akan bilang sama Om lagi.” tutur ku mengembalikan uang sebesar Rp. 300.000,- lagi.“Kamu ini ya paling susah kalau dikasih uang, selalu saja ada alasanmu. Ya udah, jika kamu butuh biaya mendadak nanti jangan sungkan-sungkan untuk bicara! Kalau nggak ketemu Om di rumah kamu bisa minta sama Tantemu!” ujar Om Ramlan.“Iya Ryan nanti jika Om mu nggak ada di rumah, Tante yang akan ngasih.” tambah Tante Dewi.“Makasih Om, Tante.” ucap ku.“Sebenarnya kedatangan ku ke sini bukan untuk membicarakan soal biaya kuliah, melainkan rencananya besok pagi aku akan pindah kos yang lokasinya dekat dari kampus.” sambung ku.“Oh begitu? Ya itu bagus, kamu akan mudah ke kampus tanpa harus naik angkot ataupun bus kota lagi. Berapa sewa kos di sana perbulanya biar Om

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 124. Memendam Rindu

    Sementara aku setelah membantu Sugeng berkemas-kemas karena satenya sudah habis, segera kembali ke ruangan kos untuk beristirahat, karena tadi siang hingga sore bersama Eva cukup melelahkan tubuh ku. Besok sore aku rencanakan akan mengunjungi Om Ramlan sekeluarga di rumahnya, sekedar untuk pamitan karena lusa akan pindah kos, dan tentu juga membicarakan soal kuliah ku.Aku pun berfikir ini lah momen yang tepat untuk bisa menghindar dari Dola, karena seperti yang telah aku janjikan pada Bram akan menjauh dari kehidupan rumah tangga mereka, aku pun menyakini jika Bram suatu saat nanti dapat membahagiakan Guru ku itu, aku iklas jika suatu hari nanti Dola akan membenci ku, itu semua aku lakukan demi ingin melihat Guru ku itu bahagia.****Siang itu Siska kembali kekos-kosan ditemani Bi Minah dan satpam rumah kedua orang tuanya, setelah beres-beres seluruh barang milik Siska pun segera dibawa ke depan gang. Siska pun pamitan pada tetangga-tetangga sebelah, tak terkecuali dengan keluarga Su

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 123. Siska Temui Orang Tuanya

    “Moga saja Siska bisa diterima kembali oleh kedua orang tuanya, kasihan dia suaminya benar-benar tak tahu diuntung.” harap Sugeng.“Iya Mas, moga aja,” ucap ku singkat.“Begitulah Ryan salah satu problema hidup, terutama dalam berumah tangga. Ada saja masalah yang akan timbul, apalagi sejak awal berumah tangga itu udah bermasalah.” tutur Sugeng.“Iya Mas, tapi aku senang melihat keluarga Mas dan Mbak Ningsih yang selalu akur. Meskipun hidup dengan kesederhaan, namun kebahagian dalam berumah tangga benar-benar kalian raih.” puji ku.“Ya, alhamdulilah Ryan. Kami sejak dulu saling mengerti dan mau menerima apa adanya dengan rumah tangga yang kami jalani, begitu pula jika ada masalah kami selalu selesaikan dengan kepala yang dingin hingga terhindar dari percecokan yang mudah sekali timbul jika kita tak bisa menahan diri.” tutur Sugeng, aku mengangguk dengan senyum kagum, obrolan kami terhenti sejenak saat Sugeng musti melayani pelanggan yang mulai datang.****Dengan menggunakan taksi Sis

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 122. Rencana Pindah Kos

    “Kalau nggak habis, juga nggak apa-apa yang penting kamu cicipi aja semuanya! Kamu benar-benar special dan luar biasa, Ryan. Pantas saja Gurumu itu nggak ingin melepaskanmu,” tutur Eva diiringi senyum dan tawa nakalnya, sementara aku hanya balas tersenyum.“Aku nggak jadi deh menempatkan kamu bekerja di café ini! Bahaya kalau sempat ada karyawan cewek atau pelanggan café yang kecantol sama kamu!” sambung Eva masih dengan senyum nakalnya.“Loh, Bahaya gimana Tante? Terus aku musti kerja di mana agar bisa melunasi uang yang Tante pinjamkan tadi?” tanya ku.“Pokoknya bahaya aja, nggak usah aku jelaskan! Uang yang aku berikan tadi yang bilang hutang siapa? Aku ngasih kok, bukan minjamin.” ujar Eva lagi-lagi ia tersenyum menggoda.“Mana bisa begitu Tante, aku paling nggak bisa terima uang tampa bekerja minimal membantu Tante apa aja deh.” pinta ku.“Loh, tadikan kamu udah membantuku.” Eva semakin nakal menggodanya.“Membantu apaan?” Aku masih belum mengerti akan maksud dari perkataan Eva,

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 121. Curhat Berujung Bercinta

    Aku sempat berdecak kagum, dalam hati ku berkata pantas saja wanita cantik yang ada di samping ku itu kaya raya, ternyata memiliki bermacam-macam usaha di berbagai tempat. Sehabis dari ruangan dapur Eva mengajak untuk melihat kamar yang terletak di bagian tengah ruangan itu.Kembali aku berdecak kagum, kamar itu begitu indah, bersih dan rapi. Tempat tidurnya springbet ternama, dan di sana juga terdapat kamar mandi, serta beberapa buah lemari untuk pakaian serta barang-barang lainnya.“Usaha cafe dan kos-kosan sedemikian rupa tentunya Tante dibantu Om, Kok sejak di rumah tadi aku nggak melihat Om. Memangnya dia ke mana, Tante?” tanya ku.“Hemmm... Usaha-usaha ini aku sendiri yang kelola, sedangkan Mas Rangga sibuk dengan bisnisnya di Singapore dan Malaysia. Dia jarang pulang paling juga 2 bulan sekali, mana bisa dia membantu mengurus usaha-usaha ku di kota ini.” tutur Eva.“Oh gitu ya, Tante.” ucap ku yang saat itu kami ngobrol sambil duduk di atas springbet di dalam kamar mewah itu.“

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 41. Birahi Di Kontrakan

    “Baru juga hidung belum dicubit yang lainnya!” seru Aldo diiringi tawa kecil mereka.“Aku kira kamu nggak ada di rumah hari ini seperti biasanya,” sambung Aldo.“Ya nggaklah, aku kan udah janji sama kamu kalau malam minggu ini akan penuhi ajakanmu, meskipun sayangnya malam minggu ini hujan lebat.”

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 39. Cerita Bi Lastri

    Sepulang dari sekolah kembali aku dibawa Dola ke rumahnya, rencana ku saat itu akan melanjutkan pekerjaan yang kemarin siang terbengkalai membuat saluran pembuangan air.“Ryan, sebelum melanjutkan pekerjaanmu yang kemarin ada baiknya kita makan siang dulu!” ujar Dola.“Ya Tante,” ulas ku yang baru

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 36. Surat Singkat Tante Dewi

    Aku sempat tersenyum getir, saat aku menyantap hidangan lezat di meja bersama Om Ramlan dan sekeluarga, karena aku ingat dulu Tante Dewi pernah memperlakukan ku begitu rendah dan hina saat tinggal di rumah megah itu, dengan hanya menyediakan nasi perasan kerak serta secuil sambal sewaktu pulang dar

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 37. Diajak Keliling Kota

    “Saking sibuknya aku kerja akhir-akhir ini, hingga membuatku harus tetap kerja di hari minggu. Kadang sampai jam 9 malam baru pulang, ya mau gimana lagi memang begitu kerja di perusahaan real estate,” tutur Cindy lagi-lagi ia berdusta.“Oke, aku akan coba untuk ngertiin kamu. Tapi please, malam min

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status