Alih-alih mengambil ponselnya, Rama justru melakukan hal yang membuat Surya tertegun.Rama melepaskan jaket kulitnya, membuangnya ke lantai. Dia melangkah maju hingga ujung pipa besi Surya menempel di dadanya. Kemudian, pria bertubuh tegap itu perlahan menurunkan pandangannya."Pukul aku," bisik Rama parau. Surya mengernyit bingung."Apa maumu, Hah?!""Aku bilang, pukul aku, Surya!" bentak Rama, kali ini dengan suara yang bergetar hebat."Hancurkan tempatku, bakar mobilku, hantam kepalaku sampai aku merasakan sakit yang kau rasakan lima tahun lalu! Aku pantas menerimanya! Aku bajingan brengsek yang sudah menghancurkan mimpimu!"Surya mematung. Pipa di tangannya terasa semakin berat. Rama menatap mata Surya lekat-lekat, menanggalkan seluruh arogansinya."Aku minta maaf. Maafkan aku, Sur. Kalau bisa memutar waktu, aku lebih memilih mati daripada menyentuhmu malam itu. Tapi satu hal kumohon padamu ...."Napas Rama tercekat, matanya memerah menahan laju emosi."Riana istriku dan dia tak t
Terakhir Diperbarui : 2026-04-25 Baca selengkapnya