"Ibu tidak pernah mengajari anak-anak Ibu untuk menjadi pendendam," Bu Farida kembali bersuara.Hanif menghela napas. "Maksudku bukan begitu," sanggahnya."Kita di sini tidak apa-apa, tapi dia langsung kuat menolak. Paling tidak, pertimbangkan perasaan Ibu," imbuh Hanif. "Toh, kalau tidak nyaman menerima langsung biaya kuliah, misal. Coba saja tes dulu. Lihat, diterima tidak. Biayanya bagaimana. Kalau misal kedokteran terlalu mahal, susah, dan membuatmu tidak nyaman, coba pikirkan opsi selanjutnya yang lebih oke buatmu untuk menerima dukungan kami."Semuanya menatap Hanif, sebelum kemudian beralih pada Naura. "Meskipun awalnya hubungan kita kurang baik, dan ada banyak kesalahpahaman di masa lalu, tidak ada gunanya mengungkit itu terus-menerus."Bu Farida mengangguk, setuju dengan ucapan putranya. "Masa lalu adalah urusan orang tua. Sebagai putri dari Laksmi, kamu tetaplah bagian dari keluarga ini, Naura. Tidak ada yang berubah dari kenyataan itu."Naura meremas jemarinya di bawah mej
Terakhir Diperbarui : 2026-05-21 Baca selengkapnya