"Selamat atas pernikahannya, Nif," cicit Sandra gugup. Hanif menatap Sandra dengan sorot mata mengintimidasi."Terima kasih sudah hadir, Sandra. Saya harap kamu menikmati hidangannya, dan terus mengingat kesepakatan kita."Sandra buru-buru menunduk."T-tentu. Saya janji."Sandra tak berani menatap Dea berlama-lama. Sandra tahu betul, satu saja kesalahan dia buat, ancaman Hanif untuk menjebloskannya ke penjara karena rekam jejak kriminal di masa lalu akan langsung dieksekusi. Ini adalah kesempatan terakhir yang Hanif berikan padanya, dan Sandra memilih untuk menghilang dari kehidupan mereka selamanya.Setelah sesi tamu mereda, Dimas yang tadi sempat menemui paman dan bibinya, kini kembali menghampiri kakaknya. Dimas tampak sangat tampan dengan setelan jas abu-abunya. Dia tersenyum lebar, meski matanya berkaca-kaca."Mbak Dea cantik banget hari ini," puji Dimas, memeluk kakaknya erat."Selamat ya, Mbak. Akhirnya Mbak bisa bahagia.""Makasih, jagoan Mbak." Dea mengusap punggung adiknya.
Terakhir Diperbarui : 2026-04-20 Baca selengkapnya