"Gimana, Pak? Suka?" tanyaku pada bapak di teras kontrakan. Bapak masih memperhatikan motor bekas yang baru kubeli dua jam lalu untuknya. Bapak sendiri yang memilih merk dan memeriksa mesinnya. Setelah semua oke, baru kubayar. Aku tak tahu mesin motor, makanya hanya mengikuti pilihan bapak karena nanti bapak yang akan memakainya untuk jualan kopi keliling seperti biasanya. "MasyaAllah, suka banget, Nduk. Masih bagus ini, semoga lancar buat jualan ya, Nduk. Bapak benar-benar terharu dan bersyukur sekali memiliki anak-anak yang hebat seperti kamu dan adikmu." Bapak menoleh ke arahku dengan mata berkaca saking bahagianya. Emak yang baru keluar kontrakan pun mengucapkan kata yang sama, terima kasih. Kado sederhana yang terasa begitu istimewa buat mereka berdua. Aku cukup lega, setidaknya bisa bekerja dengan tenang dan tak terlalu mengkhawatirkan bapak saat keliling dengan motor jadul itu. Motor yang kini sudah dijual dan hanya laku berapa ratus ribu saja untuk tambahan modal bapak. "G
Last Updated : 2025-12-30 Read more