Sore itu, langit Jakarta sedang muram. Awan-awan kelabu menggantung berat, seolah menahan hujan yang tak kunjung jatuh. Udara lembap merambat masuk ke sela-sela jendela besar rumah keluarga Maheswara. Di ruang keluarga, pendingin ruangan bekerja keras, menyemburkan hawa dingin yang menusuk kulit. Namun bukan hanya udara yang membuat suasana terasa kaku—melainkan percakapan yang akan segera dimulai.Kursi-kursi kulit berjejer rapi, permukaan meja marmer berkilau, memantulkan cahaya lampu gantung kristal yang berpendar dingin. Ruang itu mewah, megah, tetapi terasa seperti ruang sidang: dingin, berjarak, tanpa ruang untuk kelembutan.Arga duduk di salah satu sofa, masih dengan kemeja kerja yang sedikit kusut. Sehari penuh ia bergulat dengan rapat, laporan, dan masalah internal perusahaan. Wajahnya letih, rambutnya sedikit berantakan, dan bahunya terasa berat. Namun kini, kelelahan itu harus ia tahan, karena di depannya duduk sosok yang tak kalah menuntut dari pekerjaan: ibunya, Ratna Mah
Last Updated : 2026-01-27 Read more