Di ruangan Oliver.Senyum tipis berhias di wajahnya ketika melihat pesannya sudah dibaca Arthur, tapi tidak dibalas.Tatapan Oliver tertuju pada Kian yang sedang memilah berkas sesuai permintaannya. Seringai masih berhias di bibirnya.Ketika menyadari tatapan Kian tertuju ke arahnya, ekspresi wajah Oliver berubah biasa.“Pak, berkasnya sudah saya pilih sesuai dengan tanggal dan bulannya. Jadi, Anda bisa mudah mencari berkas sesuai tanggalnya. Semua sudah saya urutkan.” Kian menggeser tumpukan stopmap di meja ke arah Arthur.Arthur menganggukkan kepala. Dia lebih dulu melihat-lihat berkas yang baru saja Kian selesai susun. Senyum kecil berhias di wajahnya.“Pak, apa ada yang lain? Jika tidak ada, saya izin ke meja saya karena harus mengerjakan pekerjaan saya.” Kian bicara dengan sangat hati-hati.Oliver mengangguk-angguk, ketika pandangannya tertuju pada Kian, dia berucap, “Terima kasih bantuannya.”“Kalau begitu, saya permisi.” Kian bangkit dari duduknya.Gerakan kaki Kian terhenti ke
Last Updated : 2026-01-22 Read more