Share

Cemburu?

Author: Aldra_12
last update Last Updated: 2026-01-24 14:44:05

Kian menatap tak percaya Oliver malah menawari untuk mengantarnya pulang. Namun, Kian tak lantas menerima begitu saja.

“Terima kasih atas tawaran Anda, Pak.” Tolaknya halus. “Tapi saya lebih baik pulang naik bus seperti biasa, saya benar-benar tidak apa-apa.”

Oliver menaikkan satu sudut alisnya. Dia tidak menyangka Kian akan menolak. “Kamu yakin?” tanyanya memastikan.

Kian mengangguk pelan. “Saya permisi dulu, Pak.”

Oliver ingin mencegah, tapi Kian sudah lebih dulu melangkah pergi meninggalkannya.

“Apa sebenarnya yang Arthur lihat dari Kian, sampai dia rela menentang Kakek dan tetap mempertahankan gadis ini?”

**

Sesampainya di rumah.

Kian melihat Arthur yang ternyata sudah duduk di ruang tengah. Dia menghampiri Arthur, sebelum bibirnya terbuka untuk bicara, tangan Kian sudah lebih dulu ditarik Arthur.

Kian terduduk tepat di samping suaminya.

“Kenapa tiba-tiba menarikku? Aku juga baru mau duduk.”

“Kenapa pulang terlambat?” Suara Arthur begitu dalam. Dia menoleh pada Kian dengan tatapan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
balok es udah mulai mencair jd lg mode cemburu Ki...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Rencana Oliver

    Menjelang sore.Oliver keluar dari ruang kerjanya. Pandangannya lebih dulu tertuju ke meja Kian, sebelum akhirnya dia melangkah menghampiri Kian.Begitu tiba di depan meja Kian, Oliver menyapa, “Kian.”Kian mengangkat pandangannya dan melihat Oliver yang sudah menatapnya.Kian buru-buru berdiri dari duduknya. “Iya, Pak. Ada yang bisa saya bantu?”Oliver tersenyum melihat Kian yang begitu sigap meresponnya.“Malam ini aku mau mentraktir semua staff untuk merayakan jabatanku di sini.”Kian terdiam beberapa saat mendengar ajakan Oliver.“Mohon maaf, Pak. Sepertinya saya tidak bisa ikut.” Kian tersenyum kecil setelah memberikan penolakan.Satu sudut alis Oliver tertarik ke atas. “Kenapa?”Kian tersenyum canggung. “Besok saya ada acara, jadi harus pulang lebih awal hari ini.”“Acara apa?”Kian menatap aneh karena Oliver seperti ingin segala sesuatu tentangnya dengan detail. Namun, Kian memaklumi sikap Oliver.“Acara keluarga, Pak,” jawab Kian.Oliver mengembuskan napas pelan. “Baiklah kala

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Menolak Tawaran

    Arthur diam dengan tenang mendengar pertanyaan Kian.“Aku ingin menceritakan sesuatu padamu, tapi nanti, setelah dari makam kedua orang tuamu.”Kian mengangguk pelan, walau sedikit kecewa karena harus menyimpan rasa penasarannya.“Besok kita pergi ke sana, setelahnya aku akan memberitahukan apa yang ingin kuberitahukan padamu.”Kian melebarkan senyum. Rasa penasarannya tergantikan dengan rasa bahagia karena akhirnya dia bisa melihat makam kedua orang tuanya.“Terima kasih karena kamu mau ikut bersamaku.” Kian buru-buru menyantap sarapannya setelah bicara.Sedangkan Arthur, meski senang melihat Kian bahagia, tapi jelas ada kecemasan yang terselip dari sorot matanya.**Kian berangkat ke perusahaan setelah sarapan. Sesampainya di sana, Kian langsung naik menuju lantai departemen desain berada.Kian melangkah keluar lift menuju ruang departemen, ketika sebuah panggilan membuat langkahnya terhenti.Kian membalikkan tubuhnya, dia langsung membungkukkan tubuhnya saat melihat Oliver melangka

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Hampir Saja

    Kian meneguk ludah kasar mendengar ucapan Arthur. Jantungnya berdegup semakin cepat ketika wajah Arthur semakin dekat, bahkan bibir mereka hampir bersentuhan.Kian memejamkan mata. Namun, hal yang terjadi berikutnya, tidak seperti yang Kian takutkan.Kian merasakan kepala Arthur jatuh bersandar di pundaknya.Kian membuka mata dengan cepat sebelum menoleh ke sisi kiri. Dia melihat Arthur yang memejamkan mata.Tampak begitu damai meski wajahnya begitu merah.“Arthur,” panggil Kian mencoba membangunkan. Tidak ada balasan dari Arthur, pria ini tertidur pulas.Kian mengembuskan napas pelan. Dia begitu lega karena Arthur tak memaksanya.Sekuat tenaga Kian menggeser tubuh Arthur agar menyingkir dari atas tubuhnya. Apalagi tubuh Arthur benar-benar berat sampai membuat dadanya sesak.Begitu berhasil menggeser tubuh Arthur hingga terbaring di ranjang, Kian segera bangun lalu menyelimuti tubuh Arthur.Kian duduk di samping Arthur sambil terus memandang suaminya.“Apa yang membuatmu mabuk begini

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Hanya Milik Kian

    “Apa?” Caterine sangat terkejut.“Arthur, apa kamu sedang mempermainkan perasaan Carla? Bukankah dulu kamu sangat mencintainya?” Caterine menatap tak senang pada Arthur.Arthur membuang napas pelan. “Bibi, Carla hanyalah seorang adik bagiku. Janjiku pada Devon tidak akan pernah aku ingkari, aku akan menjaga Carla sampai dia mendapat pasangan yang layak untuknya.”Caterine tidak terima.“Carla sangat mencintaimu. Bahkan selama bertahun-tahun ini, dia belajar giat agar bisa setara denganmu. Bagaimana bisa kamu menganggapnya hanya sebagai adik?”“Arthur.”Suara Carla membuat Arthur dan Caterine menoleh bersamaan.“Arthur, kamu di sini.” Carla tersenyum pada Arthur, walah matanya masih sedikit tertutup.Caterine sangat lega melihat putrinya sudah bangun. Dia membungkuk ke Carla sambil menanyakan kondisi putrinya.Namun, tatapan Carla terus tertuju pada Arthur. Pria yang beberapa hari ini mengabaikannya dan sekarang muncul di hadapannya.“Sepertinya kondisimu sudah lebih baik. Kalau begitu

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Gagal Jujur

    Bola mata Arthur membola lebar mendengar ucapan Kian. Namun, sebelum dia mengelak, Kian sudah lebih dulu berkata.“Tenang saja, aku akan menjaga batasan.”Arthur menatap Kian yang tersenyum manis padanya.“Walau sebenarnya, Pak Oliver menawariku menjadi asistennya.”“Apa?” Suara Arthur ketika terkejut hampir membuat Kian berjengit.“Kenapa kamu sampai terkejut begitu? Aku hanya menyampaikan tawarannya, jika kamu tidak setuju, aku juga tidak akan menerimanya. Lagi pula, aku lebih suka menjadi desainer ketimbang asisten.”Telapak tangan Arthur mengepal erat di atas paha, matanya merah memendam amarah karena Oliver berani merekrut Kian sebagai asisten pribadinya.“Jangan terima.” Suara Arthur berubah tegas dan dalam.Kian melihat ketidaksukaan dalam sorot mata Arthur. Dia mengangguk pelan.“Iya, aku mengerti. Aku ‘kan sudah bilang, aku tidak suka menjadi–”Kalimat Kian terjeda ketika Arthur tiba-tiba menyentuhkan bibir mereka.Mata Kian membola sempurna. Dia melihat Arthur yang memejamk

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Cemburu?

    Kian menatap tak percaya Oliver malah menawari untuk mengantarnya pulang. Namun, Kian tak lantas menerima begitu saja.“Terima kasih atas tawaran Anda, Pak.” Tolaknya halus. “Tapi saya lebih baik pulang naik bus seperti biasa, saya benar-benar tidak apa-apa.”Oliver menaikkan satu sudut alisnya. Dia tidak menyangka Kian akan menolak. “Kamu yakin?” tanyanya memastikan.Kian mengangguk pelan. “Saya permisi dulu, Pak.”Oliver ingin mencegah, tapi Kian sudah lebih dulu melangkah pergi meninggalkannya.“Apa sebenarnya yang Arthur lihat dari Kian, sampai dia rela menentang Kakek dan tetap mempertahankan gadis ini?”**Sesampainya di rumah.Kian melihat Arthur yang ternyata sudah duduk di ruang tengah. Dia menghampiri Arthur, sebelum bibirnya terbuka untuk bicara, tangan Kian sudah lebih dulu ditarik Arthur.Kian terduduk tepat di samping suaminya.“Kenapa tiba-tiba menarikku? Aku juga baru mau duduk.”“Kenapa pulang terlambat?” Suara Arthur begitu dalam. Dia menoleh pada Kian dengan tatapan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status