Kedua tangan Arthur masih terus memeluk Kian. Dia menunggu sampai tangis Kian berhenti.Setelah beberapa saat.Akhirnya Kian sedikit tenang. Arthur mengajak Kian duduk di tepian ranjang. Perlahan, Arthur melepas pelukan.Masih sambil memegang kedua lengan Kian, Arthur menatap wajah istrinya yang begitu basah.“Aku benar-benar tidak bermaksud membohongimu, Kian. Semua terjadi begitu saja, kumohon maafkan aku, hm ….” Kini Arthur memegang kedua telapak tangan Kian dengan erat. Takut jika istrinya benar-benar pergi darinya.Kian menatap Arthur begitu dalam. Dia marah, kesal, dan sakit mengetahui Arthur menyembunyikan status darinya.Namun, ketika dia menyadari bahwa Kian mulai bergantung pada Arthur, Kian tak bisa mengabaikan begitu saja.Apalagi, Kian melihat Arthur yang begitu panik, sampai menggenggam telapak tangannya begitu erat.“Jika kamu memang pewaris HW Company, lalu bagaimana dengan Pak Kendrick?” Kian bicara dengan nada pelan dan tenang meski wajahnya masih begitu datar.“Kend
Last Updated : 2026-01-30 Read more